Hasil Pileg 2024, Komposisi Pimpinan DPRD Bolmut Diprediksi Tak Berubah

Komposisi Pimpinan DPRD Bolmut Diprediksi Tak Berubah
Kantor DPRD Bolmut (foto: identiknews)
“Saya lihat, kemungkinan komposisi Pimpinan DPRD Bolmut, masih akan kembali direbut oleh PDI Perjuangan. Sementara Wakil Ketua l, ada di partai PPP, dan Wakil Ketua ll masih di partai Golkar,”

 

BOLMUT – Penyelenggaraan Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2024 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) saat ini dalam tahapan pleno rekapitulasi di tingkat Kecamatan.

Namun, dalam berbagai pendapat atas hitungan cepat perolehan suara masing-masing Partai Politik (Parpol), menggambarkan perolehan kursi di DPRD Bolmut periode 2024-2029.

Hal ini seperti disampaikan oleh salah satu pemerhati politik di Kabupaten Bolmut, Rustam Nani. Dia mengatakan, kalau memperhatikan perolehan suara dan kursi di DPRD Bolmut, ada beberapa Parpol yang saat ini tengah mengungguli kontestasi tersebut.

Hal itu dikatakannya, hampir memastikan komposisi Pimpinan di DPRD Bolmut, diprediksi tak berubah.

“Saya lihat, kemungkinan komposisi Pimpinan DPRD Bolmut, masih akan kembali direbut oleh PDI Perjuangan. Sementara Wakil Ketua l, ada di partai PPP, dan Wakil Ketua ll masih di partai Golkar,” ujar Rustam.

Meskipun begitu, dia mengatakan hal itu baru dalam prediksinya. Karena hitungan tersebut belum bersifat final.

“Semua masih bisa berubah sesuai hitungan akhir dari penyelenggara. Dan jikapun terjadi kesamaan perolehan kursi, tentu tinggal dilihat dari selisih perolehan suara,” ujarnya.

Begitu juga dengan mekanisme pemilihan Pimpinan DPRD, kata Rustam, hal itu sudah secara otomatis untuk partai politik yang memperoleh kursi terbanyak dari hasil Pemilu.

“Itu objektif sebagai sebagai bentuk penghormatan terhadap kedaulatan rakyat,” ungkapnya.

Namun begitu, dia menegaskan poin penting atas pimpinan DPRD Bolmut, yakni konfigurasi yang diharapkan tidak hanya dari satu kelompok saja.

“Bagi saya, poinnya bukan soal siapa dan partai apa yang akan jadi pimpinan dewan, namun yang diharapkan konfigurasi pimpinan DPRD itu, tidak hanya dari satu kelompok saja, tetapi harus dari kelompok-kelompok yang berpengaruh, kemudian dapat menjamin stabilitas politik di DPRD,” tuturnya.

Demikian harapannya, bisa berimplikasi terhadap penguatan kelembagaan.

“Sehingga berdampak pada kerja kolektif kolegial, sebagai mitra Eksekutif,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *