HUKRIM  

Polda Sulut Tangkap 2 Debt Kolektor, Kasus Perampasan Kendaraan

2 Debt Kolektor berhasil ditangkap dan diamankan oleh Polda Sulut dikarenakan melakukan perampasan kendaraan dengan cara paksa
Direskrimum Polda Sulut Saat Konferensi Pers Penangkapan 2 Debt Kolektor (Foto: Screenshot IG Humas Polda Sulut)
Sulut (IdentikNews) — Polda Sulawesi Utara (Sulut) melalui tim Resmob, berhasil menangkap 2 Debt Kolektor yang diduga terlibat kasus perampasan kendaraan dengan paksa dengan jenis kendaraan Toyota All New Avanza milik Yohan warga Minahasa Utara.

Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani F. Siahaan mengatakan, kedua pria berinisial CG (32) dan GK (30) tertangkap tangan sedang berusaha melakukan perampasan kendaraan milik korban Yohan.

“Keduanya ditangkap di sekitar Jalan A. Yani, Manado, pada Senin (27/3) sekitar pukul 20.30 WITA,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (31/3) dikutip dari unggahan Instagram @humaspoldasulut.

Alasan para debt kolektor melalukan perampasan tersebut, karena korban belum melunasi kendaraannya.

Siahaan menerangkan, peristiwa tersebut bermula saat korban keluar dari sebuah pusat perbelanjaan di Kota Manado.

“Saat menuju parkiran, korban menjumpai sejumlah pria sudah berada di sekitar kendaraannya. Para pria ini kemudian melakukan interogasi dan berusaha merampas kendaraan korban,” ujar Siahaan.

Namun usaha mereka masih belum berhasil, dan korban tetap terus keluar dari area pusat perbelanjaan.

“Saat di pintu keluar kawasan pusat perbelanjaan, hal yang sama juga dilakukan oleh para pria ini sehingga sempat membuat kemacetan, namun akhirnya bisa dicegah oleh Satpam,” katanya.

Karena panik, korban selanjutnya menuju Kantor Polda Sulut di jalan Bethesda untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun lagi-lagi para pria tersebut terus membuntuti hingga menghentikan kendaraan di Jalan A. Yani.

“Di jalan tersebut, saat korban sedang dihadang oleh para pria, tiba-tiba datang Tim Resmob dan menangkap 2 terduga pelaku, dan membawanya ke Polda Sulut,” ungkapnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Dirreskrimum Polda Sulut menegaskan, tidak ada tempat lagi bagi debt kolektor untuk melakukan tindakan kekerasan perampasan terhadap masyarakat di Sulawesi Utara.

“Ini harus sesuai dengan aturan. Setiap pengambilan objek fidusia harus ada putusan dari Pengadilan. Penangkapan ini juga sebagai warning bagi para debt collector lainnya agar tidak melakukan hal serupa,” katanya.

Ia juga mengatakan akan mendalami keterkaitan dengan finance atau pihak lain yang turut serta membantu melakukan perampasan.

“Kami sudah banyak menerima laporan terkait hal ini oleh karena itu kami imbau masyarakat agar berani jangan mau dirampas kendaraannya, segera hubungi pihak berwajib,” katanya.

Dalam kasus tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua unit motor, dua buah handphone, rekaman video dalam handphone pelaku dan rekaman CCTV saat di parkiran dan pintu keluar pusat perbelanjaan.

“Pasal yang dipersangkakan terhadap para pelaku adalah Pasal 368 KUHP Jo Pasal 53 KUHPidana, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *