Pemprov Gorontalo Prioritaskan Kembali Pekerjaan Kanal Tanggidaa Yang Mangkrak Sejak 2022

KOTA GORONTALO – Setelah terbengkalai selama hampir tiga tahun, Pemerintah Provinsi Gorontalo akhirnya kembali melanjutkan pembangunan Kanal Tanggidaa di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Proyek infrastruktur tersebut kini resmi masuk dalam daftar program prioritas di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov tidak tinggal diam dalam menghadapi warisan proyek mangkrak. Dalam situasi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi, keputusan untuk mengaktifkan kembali proyek kanal menunjukkan keberanian dan komitmen pada kepentingan masyarakat luas.

Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya kembali pekerjaan dilaksanakan pada Senin (14/7). Prosesi ini disaksikan langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, serta jajaran teknis terkait.

Gubernur Gusnar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan proyek, sekaligus menegaskan bahwa penyelesaiannya kini menjadi fokus utama pemerintah daerah.

“Saya atas nama pemerintah provinsi ingin meminta maaf kepada masyarakat karena sudah hampir tiga tahun pekerjaan ini tertunda dan pasti sudah membawa dampak tidak mengenakkan bagi masyarakat. Saya mohon maaf”, Ujar Gusnar, Senin (14/7/2025).

Proyek Kanal Tanggidaa sebelumnya dimulai pada tahun 2022 dengan pendanaan dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Namun, akibat kendala teknis pengerjaannya tidak berlanjut dan meninggalkan kondisi lapangan yang tidak terurus.

Kini, pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,7 miliar untuk menyelesaikan proyek ini secara bertahap. Rencana pengaspalan lanjutan juga telah disiapkan untuk dianggarkan pada tahun 2026 mendatang.

Wakil Gubernur Idah Syahidah juga turut menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengawasi pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai harapan.

“Saya berharap dan mengimbau kepada warga di sini agar ikut dalam pengawasan. Pengawasan dalam arti jangan ada material yang rusak,  lindungi dan jaga kebersihan aset negara”, Tegas Idah Syahidah.

Berdasarkan informasi dari Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, pekerjaan fisik kanal akan ditangani oleh CV. Bone Tirta dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.

Pembangunan mencakup jalur pedestrian sepanjang 1,4 kilometer dan lebar 3,5 meter, dilengkapi fasilitas seperti trotoar beton bermotif, lampu penerangan, besi pengaman (bollard), dan perlengkapan pendukung lainnya.

Melalui langkah ini, duet kepemimpinan Gusnar–Idah membuktikan bahwa meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, pemerintah tetap dapat hadir dengan solusi dan keberpihakan terhadap kebutuhan riil masyarakat.

 

HUT Bolmut ke 19 tahun
HUT Bolmut ke 19 tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *