Pagelaran Seni Budaya GSMS di Bolmut, Dimeriahkan Berbagai Pentas

Pagelaran Seni Budaya GSMS di Bolmut Tahun 2022
Pagelaran Seni Budaya GSMS di Bolmut Tahun 2022 (Foto: Rahmat Tegila)

Identik.news – Pagelaran seni dan budaya program Gerakan Seni Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2022 di kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dimeriahkan berbagai pentas seni budaya.

Bertempat di Gedung Wanita kabupaten Bolmut, pagelaran tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bolmut, Depri Pontoh serta jajaran Forkompinda, Rabu (10/08/2022).

Berbagai penampilan seni budaya, memeriahkan pagelaran tersebut, yang ditampilkan sepuluh sekolah yang menjadi titik program GSMS di Bolmut.

Adapun pentas seni yang ditampilkan yakni, mulai dari seni kreasi, hingga seni yang menggambarkan kebudayaan di kabupaten Bolmut.

Penampilan tarian tradisional Pelonihaka dan tarian Gunde yang berasal dari Sangihe dan Talaud oleh SDN 1 Mokoditek (Foto: Rahmat Tegila)
Penampilan tarian tradisional Pelonihaka dan tarian Gunde yang berasal dari Sangihe dan Talaud oleh SDN 1 Mokoditek (Foto: Rahmat Tegila)

Berikut ini jenis pentas yang ditampilkan di pagelaran Seni Budaya tersebut.

  • SMP N 2 Bolangitang Barat dengan menampilkan senam kreasi pelajar Pancasila, yang ditampilkan oleh 21 siswa.
  • SDN 1 Sidodadi dengan menampilkan tarian bebek kreasi, yang ditampilkan 10 orang siswa.
  • SDN 1 Mokoditek, menampilkan tarian tradisional yang berasal dari Sangihe dan Talaud, yakni tarian Pelonihaka yang ditampilkan oleh 13 siswa dan tarian Gunde yang ditampilkan 7 orang siswa.
  • SDN 1 Langi, menampilkan paduan suara dengan lagu GSMS yang diciptakan oleh seniman.
  • SDN 1 Talaga, menampilkan tarian kreasi pelajar Pancasila yang ditampilkan 8 siswa dan penampilan vokalia dengan judul lagu Indonesia Pusaka.
  • SDN 1 Bintauna, menampilkan tarian tradisional Joke, yang diiringi alat musik tradisional berupa Kulintango, dipentaskan 10 orang siswa.
  • SMPN 1 Kaidipang, tarian kreasi dambe yang ditampilkan 21 siswa dan gerak Cha cha modern yang ditampilkan 12 orang siswa.
Paduan suara lagu GSMS oleh SDN 1 Langi (Foto: Rahmat Tegila)
Paduan suara lagu GSMS oleh SDN 1 Langi (Foto: Rahmat Tegila)
  • SDN 1 Iyok, menampilkan tradisi lisan cerita rakyat dengan judul Botu Moguongo atau Batu Menangis, yang ditampilkan dua orang siswa, masing-masing dengan bahasa daerahnya dan bahasa Indonesia.
  • SDN 2 Sangkub 1, menampilkan tarian kreasi permainan tradisional, yang ditampilkan 12 siswa.
  • SDN 2 Bigo, menampilkan seni rupa steroform dan seni lukis yang ditampilkan 11 orang.

Sebelumnya, dalam sambutannya Depri Pontoh mengapresiasi program GSMS tersebut.

“Terus terang, saya mengapresiasi setinggi-tingginya pagelaran Seni Budaya GSMS ini, karena hal ini tentu merupakan sesuatu yang sangat penting bagi generasi muda di kabupaten Bolmut,” kata Depri.

Depri mengurai, di Bolmut mempunyai budaya yang telah mengakar dan terus dilestarikan hingga saat ini.

Depri Pontoh Saat Membuka Pagelaran tersebut
Depri Pontoh Saat Membuka Pagelaran tersebut (Foto: Rahmat Tegila)

“Yakni budaya yang diwariskan dari Kerajaan Kaidipang Besar dan Kerajaan Bintauna. Hal ini harus terus dikembangkan dan dilestarikan,” ungkap Depri.

Lebih lanjut, ia mengatakan 10 sekolah yang menjadi titik program GSMS di Bolmut, mempunyai kebanggan tersendiri.

“Karena, di seluruh Indonesia, hanya ada 25 Daerah yang dipilih oleh Kemendikbud Ristek, dan di Provinsi Sulawesi Utara, hanya Bolmut yang mendapatkan program ini,” terangnya.(Svg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *