BOLMUT  

Silaturahmi PCNU Bolmut, Supriadi Goma: Jangan Bawah NU Keranah Politik Praktis

Ketua PCNU Bolmut Supriadi Goma (Tengah) saat memberikan penyampaian dalam silaturahmi PCNU Bolmut
Ketua PCNU Bolmut Supriadi Goma (Tengah) saat memberikan penyampaian dalam silaturahmi PCNU Bolmut, Senin (01/05/2023)
“Ketua Tanfidziah PCNU Bolmut, Supriadi Goma menegaskan kepada para kader maupun pengurus NU untuk tidak membawa NU keranah politik praktis”

IDENTIK.NEWS Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menggelar silaturahmi, Senin (01/05) bertempat di Kedai Kediri Desa Tote.

Dalam silaturahmi tersebut, Ketua Tanfidziah PCNU Bolmut, Supriadi Goma menegaskan kepada para kader maupun pengurus NU untuk tidak membawa NU keranah politik praktis.

“Saat ini kita akan menghadapi momentum yang cukup menyita perhatian (Tahun Politik). Saya ingatkan kepada segenap kader maupun pengurus NU untuk tidak membawa lembaga ini keranah politik praktis,” kata Supriadi Goma.

Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, kata Gus Upik (sapaan akrabnya), telah beberapa kali mengingatkan hal ini ke seluruh jajaran pengurus NU.

Meski NU dalam sejarahnya pernah menjadi partai politik, namun hal itu telah ditegaskan kembali ke Khitah, sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Silaturahmi PCNU Bolmut
Silaturahmi PCNU Bolmut

“Dalam sejarahnya NU memang pernah menjadi partai politik, namun pada Muktamar tahun 1973, telah ditegaskan NU kembali ke Khitah,” ujar Gus Upik.

Artinya, lanjut Gus Upik, NU tidak boleh lagi dibawah keranah politik praktis.

“Sehingga itu ketua umum selalu mewanti-wanti, lembaga NU tidak bisa dijadikan alat untuk berpolitik. Sudah ada beberapa pengurus cabang yang mendapat teguran,” sebutnya.

Meski begitu dia menerangkan, tidak membatasi kader maupun pengurus NU untuk terlibat dalam kontestasi politik 2024.

“Silahkan. Kita di NU ini unik, beberapa kader bergelut dilintas partai politik. Bukan hanya di Bolmut, tapi sampai di pusat. Situasi seperti ini perlu kita hadapi secara hati-hati,” tuturnya.

Dikatakannya juga, setiap kader yang bergelut di politik untuk selalu membawa nilai-nilai perjuangan NU dalam aktivitasnya.

“Pedoman kita yakni muktamar NU di Krapyak, Jogjakarta. Bahwa kita akan terus mendorong politik kebangsaan,” ungkapnya.

“Ini apapun judul-judul profesi kita, selalu menjadikan pasal satu itu yakni kemaslahatan,” tambahnya.

Supriadi Goma Ingatkan Kader Maupun Pengurus PCNU Bolmut untuk tidak membawa lembaga NU dalam politik praktis
Supriadi Goma Ingatkan Kader Maupun Pengurus PCNU Bolmut untuk tidak membawa lembaga NU dalam politik praktis

Selain itu, Gus Upik juga menerangkan untuk selalu mendorong integrasi. Apapun problem yang dihadapi, kita harus meletakan persatuan dan persaudaraan.

“Baik persaudaraan Islamiyah, Wathaniyah dan Basariah. Ini merupakan konsep yang selalu dijadikan patokan dalam kehidupan beragama dan berbangsa,” terangnya.

Penulis: Svg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *