Penipuan Tiket MotoGP Mandalika Tengah di Usut, Kerugian Mencapai 60 Juta

Penipuan Penjualan Tiket di Sirkuit Mandalika tengah di usut
Balapan di Sirkuit Mandalika (Foto: TB News)

IDENTIK.NEWS – Kasus dugaan penipuan dalam penjualan tiket MotoGP di Sirkuit Mandalika pada maret 2022 lalu, tengah di usut. Penyidik Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan tersangka.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Teddy Ristiawan, mengatakan tersangka dalam kasus ini berinisial IW, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah.

“Oknum ketua BPPD ini kami tetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara,” ungkapnya.

Sebagai tersangka, penyidik menerapkan sangkaan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, jelas Dirreskrimum Polda NTB.

Dari hasil penyidikan, terungkap pelapor yang menjadi korban penipuan dalam kasus ini mengalami kerugian sedikitnya Rp 66 juta.

Tersangka penipuan berinisial IW ditangkap pihak kepolisian di wilayah Lombok Tengah, Selasa (13/09/22).

Dirreskrimum Polda NTB mengatakan penangkapan IW merupakan bagian dari ketegasan penyidik dalam menangani suatu perkara.

Sebelumnya, Polisi sudah mengundang IW untuk hadir memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan penipuan ini.

Namun hingga kasus tersebut naik ke tahap penyidikan, IW tidak kunjung hadir memenuhi panggilan kepolisian.

“Makanya dilakukan penjemputan paksa,” katanya.

Kini berkas menunggu tahap pelimpahan ke jaksa peneliti. Namun, sebelum masuk ke tahap tersebut, penyidik mengagendakan pertemuan antara tersangka dengan pelapor. Penyidik pun telah mengabulkan penangguhan penahanan IW.

“Jadi, kami mengupayakan agar kasus ini selesai melalui keadilan restoratif dengan memanggil kedua belah pihak untuk membuat kesepakatan damai dengan catatan pengembalian kerugian,” terangnya.

Apabila pertemuan tersebut tidak membuahkan kesepakatan, Dirreskrimum Polda NTB memastikan proses hukum akan berlanjut ke tahap penelitian berkas oleh jaksa peneliti. (IN)

Lowongan Pekerjaan Sebagai Wartawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *